Posted by: rahmah on: May 13, 2009
ketika yang lain menjauh
ada Engkau yang tak pernah pergi
ketika yang lain mengacuhkan
ada Engkau yang selalu tak bosan memperhatikan
ketika yang lain menyakitkan
ada Engkau yang selalu memberikan penyejuk
ya Rob…kurindu bertemu denganMu
ku rindu cintaMu…
ijinkanku tuk selalu mencintaiMu
dan tiada pernah akan berpaling pada cinta yang lain..
dan ku bermohon semoga cintaMu selalu tercurah padaku..
karena aku mencintaiMu…
sungguh…aku rindu padaMu…
Posted by: rahmah on: May 11, 2009
aku tiba-tiba teringat
kata-kata dalam sebuah buku motivasi…
sebuah paku yang kau tancapkan pada sebuah papan
maka esok ketika kau mencabut paku tersebut
masih tampaklah bekas tusukan paku tersebut..
seperti sebuah luka yang telah kau torehkan
melalui kata-kata yang menyakitkan
sekali kau melukai hati seseorang
meski kemudian kamu minta maaf..
namun bekas luka tersebut akan masih ada..
namun ku berdoa semoga diri bs memiliki hati seluas samudra
yang kan selalu memaafkan setiap luka-luka yang tergores di hati ini
smg diri mampu menghapus kenangan-kenangan pahit
dan yang ada hanyalah ingatan akan kebaikan-kebaikannya..
ya Alloh hny kepadaMu ku bermohon
lindungi hamba dari sifat-sifat buruk
jaga hamba agar selalu melangkah dalam keridhoanMu..
amin
Posted by: rahmah on: March 24, 2009
ketika peluh usaha tlah kau lakukan
ketika jiwa terasa letih berjalan
ketika beban mulai terasa berat
tetaplah bersabar cintaku…
yakinlah Alloh kan beri balasan untuk semua keikhlasanmu
yakinlah semua tidak ada yg sia-sia…
kukirim doa untukmu…
“smg Alloh kan membalas semua yg tlh kaulakukan dg kebaikan yang banyak”
insyaAlloh, demi kebahagiaan masa depan kita bersama..
semoga Alloh mudahkan segalanya. amin
*teriring doa dan cinta teruntuk suamiku yg sdg sibuk cari kontrakan..
luv u, cinta
Posted by: rahmah on: March 13, 2009
Ketika Alloh tlah berkehendak..tiada yg tidak mungkin bagiNya..
Itulah selalu keyakinan yang kupegang.
Bahwa Alloh Maha Kuasa ats segala sesuatu
Terkadang suatu hal yang tdk terjangkau akal pikiran manusia
Tapi semua ada dlm genggamanNya
Alhamdulillah…
Rasa syukur hamba panjatkan kepadaMu ya Alloh
Hari ini SK pindahku untuk mengikuti suami telah keluar
Yah…ada rasa senang bercampur haru
Setelah perjuangan yang begitu panjang
Dari awal Desember ku mulai menulis surat permohonan tersebut
Hingga kemarin, 12 Maret aku dipanggil Kepala Kantor
Dan dikasih tahu bahwa SK pindahku dah turun per 1 Maret 2009
Meski ada permintaan masih tetap bantu2 di sini dulu sampai pertengahan April
Tidak apa2 lah…aku tetap bersyukur..
Hari ini dah jelas, sebentar lagi insyaAlloh ku kan sgr bersama suami tercinta…
Alhamdulillah…terima kasih ya Alloh…
Namun ini bukanlah akhir dari segalanya..
Doa tak pernah henti selalu kupanjatkan padaMu yang Alloh
Kini ku bermohon pada Alloh akan keberkahan ku di tempat yang baru kelak..
Semoga semua lancar dan Alloh ridhoi segalanya.
Amin..
Dan kembali ku lafalkan doa ini
Robbi anzilni munzalan mubarokan waanta khoiru munzilin..
Ya Alloh tempatkanlah hamba pada tempat yang engkau berkahi..sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pemberi tempat. Amin..
Dan teruntuk suamiku…
Semoga Alloh segera perkenankan kita bersama, mudahkan dan lancarkan segala urusan dan rencana2 kita…
semoga Alloh ridhoi kita tuk mengarungi bahtera rumah tangga ini…
semoga Alloh jadikan kita keluarga yang sakinah, mawadah warahmah yang senantiasa berada dalam keberkahanNya.
Robbana hablana min azwajina wadurriyatina qurrota a’yun waj’alna lilmuttaqiina imaama..
Amin ya Robbal Alamin…
Posted by: rahmah on: January 29, 2009
ketika akad itu telah terucap
ada sebuah amanah baru yg hrs kita tanggung bersama
amanah sbg seorang istri dan suami
sebuah perjanjian yang telah terikrarkan
tidak hanya di hadapan penghulu dan orang-orang
namun perjanjian yang disaksikan para malaikat
dan Alloh pun memberikan amanah kita untuk menjaga perjanjian suci tersebut
Ada yg perlu kita perjuangkan bersama-sama
mewujudkan keluarga yg sakinah, mawadah, warahmah
keluarga yg senantiasa berada dalam keberkahan Alloh..
saat ini dalam usia pernikahan yang masih sangat beru, ibarat akan memasuki sebuah rumah, maka kini kita baru menginjakkan kaki di halaman rumah tersebut
kita belum sampai di terasnya, apalagi di dalam rumah tujuan kita tersebut
masih banyak langkah yang harus kita ayunkan untuk sampai ke dalam rumah tersebut
masih banyak hal yang harus kita lalui untuk sampai pada tujuan kita
mungkin akan ada banyak godaan dan ujian sebelum kaki ini menapaki teras rumah itu
untuk kemudian masuk ke dalam rumah tersebut
seperti roda kehidupan yg kadang di atas kadang di bawah
bahwa pernikahan tdk selamanya indah, akan ada masa suka dan duka yg datang silih berganti
begitupun dengan kehidupan rumah tangga kita, akan ada cobaan yang harus kita lalui
ujian dari Alloh untuk membuat kita makin baik kedepannya
agar kita makin dewasa dan bijak menghadapi berbagai permasalahan
jangan sampai ujian-ujian tersebut menjadikan kita mundur ke belakang
jangan sampai godaan membuat kita mengingkari amanah dari Alloh
jangan sampai membiarkan setan tertawa melihat kita, ketika nafsu tlh mengacaukan perjanjian suci tersebut
dan semoga cobaan itu tidak akan membuat kita terpisahkan
hanya dengan memohon petunjuk dan pertolonganNya, kita bisa atasi segala cobaanNya
karena tidak ada cobaan yg diberikanNya melebihi kemampuan kita
dan pasti selalu ada hikmah dibalik semua ujian yg kita alami
skenarioNya pasti adalah yg terbaik
begitupun dengan skenarioNya menyatukan kita dalam sebuah ikatan pernikahan
engkau adalah yg terbaik buatku, begitupun diri ini adalah yg terbaik buatmu
apapun kondisi dan keadaan pasangan kita, ada sisi-sisi kebaikan disana
sehingga Alloh menjodohkan kita dalam ikatan pernikahan
semoga dengan pernikahan ini, Alloh bukakan pintu-pintu kebaikan
Alloh telah memandang pernikahan sebagai sebuah ikatan yang sangat tinggi dan suci
mitsaqan gholizha (perjanjian yang berat)
kita dituntut harus menjaga kehormatan pernikahan ini
karena ada kesetiaan yang harus dirawat atas perjanjian suci tersebut
tidak hanya kesetiaan pada teman hidup yang telah ikhlas mencintai
tapi lebih dari itu, ada kesetiaan kita pada Alloh
sebab ketika menikah kita telah mengambil amanah dariNya…
semoga Alloh berikan kekuatan dan kesabaran kita hadapi semua cobaanNya
semoga Alloh kekalkan ikatan kasih sayang kita smp hayat memisahkan
semoga Alloh memperbaiki hati dan perilaku kita
semoga Alloh senantiasa menyatukan kita dalam kebaikan
dan semoga Alloh memanggil kita beserta keturunan kita seperti janji dlm Az-Zuhruf:70
“dan masuklah kesurga bersama istri kamu untuk digembirakan”
amin
for my beloved husband : smg Alloh senantiasa menjagamu dlm kebaikan&ketaatan padaNya dan menjauhkanmu dari berbagai godaan&tipu daya dunia..amin
Posted by: rahmah on: January 19, 2009
ketika tiba2 dada terasa sesak
dan air mata tak tahan ingin mengalir
ketika sepatah katapun tak mampu keluar..
hanya kebisuan yg terjalin
dalam diam, terlintas perenungan
dalam diam, coba bermuhasabah diri
terkadang enggan diri melangkah
terkadang ingin waktu bisa diputar ulang
terasa berat beban ini
terasa tak sanggup memikul ujian ini..
namun kembali kutata hati
kocoba ikhlaskan semua
krn tidak ada yg sia-sia dlm skenarioNya
semua dariNya pasti adalah yg terbaik
dalam diam, sebuah doa terlantun
smg Alloh senantiasa tuntun langkah ini
semoga Alloh ridhoi dan berkahi tiap jalan yang kutempuh
semoga dapat kugapai kebahagiaan dunia dan akhirat
amin…
Posted by: rahmah on: January 7, 2009
Pernikahan artinya menjalin kecintaan dan kerjasama, mendahulukan kepentingan orang lain dan pengorbanan, ketentraman dan mawaddah, hubungan rohani yang mulia dan keterikatan jasad yang disyari’atkan. Pernikahan artinya rumah yang tiangnya adalah Adam dan Hawwa, dan dari keduanya terbentuk keluarga-keluarga dan keturunan-keturunan, lalu rumah-rumah, lalu komunitas, lalu muncul berbagai bangsa dan negara. Dalam hal ini, Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, “Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah.” (al-Furqan:54). Mushaharah yaitu hubungan kekeluargaan yang disebabkan oleh ikatan perkawinan, seperti menantu, mertua, ipar, dan sebagainya. Pernikahan adalah benteng yang dapat menekan kejalangan nafsu seksual seseorang, mendorong keinginan syahwatnya, menjaga kemaluan dan kehormatannya serta menghalanginya dari keterjerumusan ke dalam lubang-lubang maksiat dan sarang-sarang perbuatan keji. Kita melihat bagaimana al-Qur’an membangkitkan pada diri masing-masing pasangan suami-istri suatu perasaan bahwa masing-masing mereka saling membutuhkan satu sama lain dan saling menyempurnakan kekurangan.
Sesungguhnya wanita adalah ran ting dari laki-laki dan laki-laki adalah akar bagi wanita. Karena itu, akar selalu membutuhkan ranting dan ran ting selalu membutuhkan akar.” Mengenai hal ini, Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, “Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya.” (al-A’raf:189). Yang dimaksud dengan diri yang satu adalah Adam dan yang dimaksud istrinya adalah Hawwa. Karena itu, pernikahan menurut Islam bukan hanya sekedar menjaga keutuhan jenis manusia saja, tetapi lebih dari itu adalah menjalankan perintah Allah subhanahu wata’ala sebagaimana dalam firman-Nya, artinya, “Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi.”(an-Nisa`:3) Di bawah naungan ajaran Islam, kedua pasangan suami istri menjalani hidup mereka dalam kesenyawaan dan kesatuan dalam segala hal; kesatuan perasaan, kesatuan hati dan dorongan, kesatuan cita-cita dan tujuan akhir hidup dan lain-lain. Di antara keagungan al-Qur’an dan kesempurnaannya, kita melihat semua makna tersebut, baik yang sempat terhitung atau pun tidak, tercermin pada satu ayat al-Qur’an, yaitu: “Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (al-Baqarah:187) Makna Sakinah, Mawaddah dan Rahmah Al-Qur’an telah menggambarkan hubungan insting dan perasaan di antara kedua pasangan suami-istri sebagai salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah dan nikmat yang tidak terhingga dari-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (ar-Rum:21) Kecenderungan dan rasa tentram suami kepada istri dan kelengketan istri dengan suaminya merupakan hal yang bersifat fitrah dan sesuai dengan instingnya. Ayat ini merupakan pondasi kehidupan yang diliputi suasana perasaan yang demikian sejuk. Isteri ibarat tempat suami bernaung, setelah perjuangannya seharian demi mendapatkan sesuap nasi, dan mencari penghiburnya setelah dihinggapi rasa letih dan penat. Dan, pada putaran akhirnya, semua keletihannya itu ditumpahkan ke tempat bernaung ini. Ya, kepada sang istri yang harus menerimanya dengan penuh rasa suka, wajah yang ceria dan senyum. Ketika itulah, sang suami mendapatkan darinya telinga yang mendengar dengan baik, hati yang welas asih dan tutur kata yang lembut. Profil wanita shalihah ditegaskan melalui tujuan ia diciptakan, yaitu menjadi ketentraman bagi laki-laki dengan semua makna yang tercakup dalam kata “Ketentraman (sakinah) itu..
* dari blog tetangga…smg dpt diambil ilmunya dan diterapkan
Posted by: rahmah on: November 26, 2008
Izinkan aku bertanya akan arti sebuah “akad”.
Adakah ia mempunyai arti ??? Atau sekedar rentetan kata tanpa makna ???
Jika ia memang sebuah ikrar, sebuah janji, sebuah sumpah yang sebegitu agungnya hingga Allah pun menyebutnya dengan Mitsaqan Ghalidza, lalu kenapa … kenapa ada yang dengan ringannya melemparnya ke belakang, melupakannya untuk beberapa saat, lalu menggenggamnya kembali kapan saja saat ia menghendaki. Seolah-olah sebaris kalimat itu hanyalah sesuatu yang bisa dengan enaknya dipermainkan.
Bukankah, ikrar itu tak hanya menyatukan dua jiwa untuk 1, 5 atau 10 tahun saja, tapi untuk selamanya ???
Bukankah sumpah itu tak sekedar diucap dihadapan makhluk tapi bahkan dilafadz di hadapan Allah dengan disaksikan para malaikatNya ???
Bukankah janji itu tak hanya ditujukan untuk manusia, tapi juga janji terhadap Allah ???
Lagi-lagi aku tak paham.
Setahuku, dalam dunia kecilku ini, dua jiwa yang disatukan oleh aqad yang suci itu harus berusaha untuk tetap memegang teguh janji, apapun yang terjadi.
Pasti akan ada badai, tapi saat keduanya memahami makna sumpah yang pernah diucap dengan sebenarnya, maka, badai itu takkan menjadi penghalang bagi bahtera untuk berlabuh di pantai kasih sayangNya….
* tulisan seorang saudariku…
smg kami (ana dan suami) bs benar2 menghayati dan memaknai arti ‘akad’ dan memegang janji kpd Alloh tersebut dg sungguh2 & smg Alloh mengekalkan ikatan pernikahan kami…mohon doanya sll ya ukh….
Posted by: rahmah on: October 22, 2008
bismillahhirrohmannirrokhmannirkhim…
hari itu terucapkan sebuah perjanjian kuat (mitsaqon gholidaan)..yg disaksikan Alloh dan pr malaikatNya..
kini terlabuhkah sudah penantian selama ini…
semoga Alloh memberkahi pernikahan kita…semoga Alloh kumpulkan kita dalam kebaikan.. dan smg kita tmsk diantara 2 orang yg slg mencintai karenaNya..disatukan di dunia ini dan dipertemukan kmbl di JannahNya nnt. amin
*teriring salam rindu teruntuk suami di seberang pulau sana..
Posted by: rahmah on: August 29, 2008
bila ku berada di kaejauhan
adakala hadir kurasakan kesepian
masih terkenang kampung halaman dan jua teman-teman
di kala itu kan kurasa ada kelemahan untuk berjuang
kulihat mereka berbahagia disamping yg tercinta kegembiraan
ku kesepian
mujur ada teman seperjuangan
mengatakan kita harus teruskan
perjuangan ini demi mencari keridhoan Ilahi
masa muda dilalui hanya sekali
pergunakannya agar kau tidak sesali di esok hari
ketenangan ada disini
tak jumpa karena kau tak mencari
kebahagiaan tersirat di hati
tak rasa karena kau tak menghayati
by: Brothers
*kala kerinduan itu tiba2 datang menghampiri…terasa sesak di dada..
Recent Comments