Renungan Jiwa

Di Kala Diri Rindu Sutera KasihNya

Posted by: rahmah on: March 1, 2008

Malam masih sunyi sepi…hanya detak bunyi jam dinding di ruangan tengah yg masih terdengar samar, dan terkadang suara ayam berkokok suara di keheningan malam itu. Udara yang sangat dingin masih menghinggapi tiap insan, membuatnya makin terlena dalam mimpi panjangnya..Tapi dia..dia sudah terjaga dari  lelapnya. Dalam hawa dingin yang mesih menggigil, dia memercikkan air, berwudhu…yah..dia Bapak. Dalam dingin dan kesunyian, .dia berusaha mengalahkan sang kemalasan dan hawa dingin untuk menengadah menghadap sang Kekasih, itulah aktivitas rutin beliau kala itu. Tidak pernah jemu ia menghadap Sang Kekasih di tiap malam2nya untuk menengadah kepada, memohon segala pertolonganNya untuk diri dan keluarga. Dalam malam yang suram, ia mengabdikan diri kepadaNya.. tiada pernah bosan ia mengadukan segala persoalan hidup ini hanya kepadaNya..Yah..tapi bagaimana denganku…anaknya yang selalu dan selalu mendapat nasehat darinya tiap kali pulang kampung “Dek, yang terpenting, jangan pernah lupa solat malam”Ya, insyaAlloh..jawabku. Diri memang sll berazzam untuk melaksanakan itu, tp seringkali kemalasan dan hawa dingin mengalahkan …Hiks…aku sedih  ketika malam terlewati tanpa menghadapNya, aku ingat janjiku pada Bapak…sungguh seringkali bisikan syetan begitu kuat mengalahkan azzamku, supaya diri meneruskan mimpi indah yg terputus, dan mengabaikan bunyi alarm harianku jam 2 dini hari itu.. Sehingga ketika suara adzan subuh menggema, baru diri menyesal… LAku inget pesan Bapak, untuk senantiasa curhat pada Alloh, atas apapun yg menimpa pada diri  kita, di kala sedih maupun senang…. karena Dialah penggenggam segala urusan ini…aku mengangguk setuju, namun terkadang aku benar2 menggemgam janji itu hanya ketika aku dalam keadaan sedih dan membutuhkan pertolongan serta petunjukNya…hiks hiks… ampuni aku ya Alloh…Tiga hari ini terlewati sudah malam-malamku, tanpa  berkholwat dengan Sang kekasih. Udara dingin yang akhir-akhir ini begitu terasa banget di kota Jakarta, membuatku selalu mematikan alarm itu dan kembali meneruskan lelap tidurku. Aku ingin kembali mengadapNya di waktu dinihari esok…aku ingin menagih sutera kasihNya untuk mendamaikan hati yang resah. Masihkah Engkau beri hamba kesempatan itu Ya Alloh? Padahal detik ini saja, aku sendiri tidak tahu sampai kapan diri masih mendapat kesempatan untuk tetap ada di dunia ini..

Ya Allah terasa kuat rahmatMu mengalir halus di setiap hembusan nafasku. Berikanlah hamba  kekuatan dan azzam untuk selalu semangat bangun dan bertemu denganMu lagi sementara jasad dan nyawaku masih bersatu. Biarkan diri hanya menghamba dan menghiba kepadMu..

Kian lama terpenjara
Mencari makna cinta

Dalam ungkap kata bersulam dusta
 
Bila gerbang rahmat terbuka

Menjelma cinta suci

Sehalus dan selembut sutera kasih

Terbentanglah tersingkap kebenaran

Terlerailah terbenam kepalsuan
 
Tuhan pada-Mu ada kedamaian

Diribaan-Mu kebahagiaan

Tiada lagi rasa kesangsian di hati

Cinta Mu cinta tulus suci murni

Kasih-Mu nan abadi
 
Bertautlah bercambahlah cinta

Mengharum dalam jiwa

Menemukan kerinduan syahdu
Pada yang Maha Esa 
Sutera kasih membelai

Membalut kelukaan itu

Sutera kasih melambai

Mengisi kekosongan pengharapan
 
Rela pasrahkan kehidupan

Mengharungi cabaran

Rintangan perjalanan di hadapan
 
Doa dan titis air mata

Mendamba sutera kasih

Agar terus bersemi selamanya
 (

Sutera Kasih by Seismic)

*spesial untuk bpk ibu:maafkan nanda yg blm bs bls jasa2mu..luv u forever

Leave a Reply